Bersambung

Terkadang apa yang kita impikan tidak bisa memberi pelukan,padanya.
Kita pun terus bermimpi meski kita tahu,daun akan disapu ke tepi,akan merasa sepi,pada akhirnya.

Disanalah kita tersenyum
Menertawakan impian yang berupa kuntum
Dan masih belum mekar,menunggu dan bersabar
Tapi teman-teman,kalian ikut tersenyum
Menertawakan seseorang melamun,aku.

             Terkadang,itulah yang kita impikan,kita nantikan
Ketika harum dari bunga yang belum mekar
Kembalikan harapan kian bertebar

0 komentar:

Posting Komentar