" /> Edited with ☀️DeluxeFX☀️ app
By @drewhopper �� #thailand
" />

Akun Instagram Berfaedah Rekomendasi Favoritku


Assalamu'alaikum Minna! Eh kok minna?Adminnya suka jejepangan?Biasa saja sih,tpi kali ini memang ada hubungannya dgn musim semi klo di negeri luar selain Indonesia.Gabut adalah salah satu alasan mengapa saya mencoba untuk kembali beraktivitas melatih jari jemari mengetik sebuah postingan sebagai sebuah karya apalagi sekarang kita di seluruh dunia sedang dilanda kecemasan akan pandemi covid-19 sehingga disuruh untuk melakukan social/phisycal distancing terkhusus hingga #dirumahaja.Di rumah aja tentu membuat kita menjadi sering menggunakan sosial media sebagai alternatif komunikasi jarak jauh.Oleh karena itu,saya akan bagikan beberapa akun berfaedah rekomendasi favorit saya sebagai hiburan yang informatif bagi liburan Anda.

1. Qooonit
     Farah Qoonita adalah nama asli dari pengarang buku Seni Tinggal Di Bumi.Kak Qoonit adalah seorang content creator dan influencer sekaligus founder dari @tehjasmineunpad, co-founder @terbangin, dan campaigner @smart_171.Keren banget,kan? Saya pertama kali menemukan akun beliau ketika ada seorang teman yang memposting nya di story.Benar-benar membuat saya merenung akan permainan kata-katanya yang menyentuh,terutama dalam menggerakkan akal dan perasaan kita untuk tema-tema seperti bersikap positif,refleksi diri manusia dan kehidupan di alam semesta.Salah satu contohnya adalah kutipan di cover buku STDB itu sendiri yang bunyinya " Untuk tinggal di bumi kita justru butuh hati yang merindu langit nan tinggi ". Semoga saya nanti bisa beli bukunya :D.Aamiiin.
  


2. Gen Saladin

   
 

3.Qur'an Review
    Qur'an is Millenial-able.Yap,itulah motto dari @quranreview.Pertama kali menstalk,saya langsung jatuh cinta dengan kata-kata di bio-nya.Apalagi terus scroll ke bawah,duh banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari Al-Qur'an yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dibahas dengan bahasa yang kekinian alias millenial-able dan cocok buat para pendengar anak zaman sekarang.Desain,ilustrasi,coloringnya beh benar-benar memanjakan mata.Konten-kontennya bikin saya terhibur karena sering dikaitkan dengan banyak kesukaan orang sekarang yang up-to date,dan tak ketinggalan zaman.Ada beberapa konten yang kemudian dibagi ke dalam kategori seperti Translate with Heart,Translate With Linguistic dan Translate With Grammar.Ada-ada saja ya kekreatifan admin zaman now

  




Soal Materi Metode

1.Jelaskan urgensi penggunaan metode pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar berdasarkan teori dan pendapat anda.

Metode mempunyai kedudukan yang sangat signifikan dalam mentransfer ilmu pengetahuan/materi pelajaran kepada peserta didik
Metode adalah jalan yang harus dimpuh dalam rangka memberikan sebuah pemahaman terhadap murid tentang pelajaran yang mereka pelajari. Metode sangat penting  harus dimiliki oleh seorang guru sebelum memasuki ruang belajar, dan harus dipakai oleh seorang guru. Adalah sebuah realita bahwa cara penyampaian yang komunikatif lebih disenangi oleh peserta didik.Oleh karena itu penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar.


2.Bagaimana hubungan antara metode pembelajaran dengan strategi,model dan teknik pembelajaran

Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Teknik pembelajaran sering kali disamakan dengan metode pembelajaran. Teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai (Garlach dan Ely, 1980). Strategi pembelajaran mengandung arti yang lebih luas dari metode dan teknik. Artinya, metode atau prosedur dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran.

Hubungan antara strategi, tujuan, dan metode pembelajaran digambarkan sebagai suatu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran, dan perumusan tujuan, yang kemudian diimplementasikan ke dalam berbagai metode dan teknik yang relevan selama proses pembelajaran berlangsung. Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. 

3.Uraikan prinsip-prinsip penggunaan metode pembelajaran

Prinsip – Prinsip Penggunaan Metode Dalam Pembelajaran

1.      Mengetahui motivasi, kebutuhan dan minat anak didik.

2.      Mengetahui tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

3.      Mengetahui tahap kematangan, perkembangan serta perubahan anak didik.

4.      Mengatahui perbedaan – perbedaan individu didalam anak didik.

5.      Menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak- anak didik.

6.      Aktivitas, yaitu belajar itu hanya berhasil bila melalui bermacam-macam kegiatan baik jasmani maupun rohani.



4.Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan pembelajaran dan hubungannya dengan metode pengajaran

Pendekatan pembelajaran mengacu kepada seperangkat asumsi mengenai cara belajar mengajar.Pendekatan pembelajaran adalah suatu ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai serta melaksanakan pengajaran suatu bidang studi/mata pelajaran yang akan menberi arah dan corak kepada metode pengajaran 


5.Jelaskan salah satu metode pembelajaran yang anda ketahui (definisi,kelebihan dan kekurangan serta teknik penggunaannya)

Metode Demonstrasi

Yaitu metode mengajar dengan cara memperagakan sebuah barang, peristiwa, aturan, dan urutan melakukan suatu aktivitas, baik secara langsung maupun tak langsung melalui penggunaan sebuah media pengajaran yang relevan dengan materi atau pokok pembahasan yang sedang disajikan.

Langkah Langkah mengaplikasikan Metode Demonstrasi

1. Guru menyusun tujuan instruktursional untuk memberi motivasi yang kuat pada siswa untuk belajar.

2. Guru mempertimbangkan bahwa pilihan teknik yang digunakan mampu menjamin tercapainya tujuan yang telah dirumuskan.

3. Guru mengamati apakah jumlah siswa memberi kesempatan untuk siswa demonstrasi yang berhasil, bila tidak ia harus mengambil kebijakan lainnya.

4. Guru meneliti alat dan bahan yang akan digunakan mengenai jumlah, kondisi, dan tempatnya. Disamping itu, ia juga mengenal baik atau mencoba terlebih dahulu agar ia demonstrasi yang dijalankannya dapat berhasil.

5. Guru mampu menentukan garis besar langkah-langkah yang akan dilakukan.

6. guru meyakini tersedia waktu yang cukup sehingga dapat memberi keterangan bila perlu dan siswa yang bisa bertanya.

7. Selama demonstrasi berlangsung guru harus memberi kesempatan pada siswa untuk mengamati dengan baik dan bertanya.

8. Guru perlu mengadakan evaluasi apakah demonstrasi yang dilakukan itu berhasil, jika perlu demonstrasi bisa diulang.



Kelebihan Metode Demonstrasi

Anak didik terbantu dalam memahami secara jelas suatu proses atau kerja sebuah benda.

Mudah dalam bermacam-macam jenis penjelasan.

Kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah bisa diperbaiki melalui pengamatan dan contoh nyata dengan menghadirkan objek sebenarnya.

Kelemahan Metode Demonstrasi

Anak didik kadang sulit untuk melihat secara jelas benda yang diperagakan.

Tak semua benda dapat didemonstrasikan.

Materi akan sulit untuk dipahami apabila pendidik kurang menguasai apa yang diperagakan.

Quote Ibn Qayyim


Antara Doa dan taqdir


Sebuah pertanyaan pernah dilontarkan oleh seorang sufi "Kalau hidup kita telah ditaqdirkan -ditentukan sebelumnya- oleh Tuhan,untuk apa kita berdoa?

1.Taqdir dan penafsirannya
                       Pembicaraan yang berkenaan dengan taqdir pada dasarnya merupakan bagian dari pembicaraan tentang hubungan Tuhan dengan alam pada umumnya dan hubungan Tuhan dengan manusia pada khususnya.Bahwa Tuhan yang mengatur alam semesta termasuk manusia merupakan pernyataan yang disepakati oleh pemikir pemikir agama.Meskipun begitu mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan kata "mengatur" atau dengan "cara apa" Ia  mengatur alam semesta.Ada 3 kelompok yang berpartisipasi dalam perdebatan ini.

Ulama/sarjana-sarjana Islam pada masa-masa awal cenderung mengartikan kata "mengatur" dengan "menentukan" dari semua kejadian alam,kematian dan nasib akhir manusia serta yang akan terjadi di masa depan.Pada saat itu pertanyaan tentang "kebebasan" dan "tanggung jawab moral" manusia belum merupakan sesuatu yang populer.Tetapi ketika Bani Umayyah merebut kekuasaan dari tangan Hasan (anak Ali bin Abi Thalib) kemudian memerintah dengan sewenang-wenang maka pertanyaan tentang taqdir (qadar) muncul.Hal ini misalkan dijelaskan oleh Ignas Goldziher sebagai berikut : Khalifah-khalifah Bani Umayyah sering mengkalim bahwa mereka memegang kekuasaan sekarang ini sesuai dengan "ketentuan/taqdir" Tuhan dan orang yang menentang taqdir Tuhan (dalam hal ini tentu saja pemberontak) adalah kafir.Tapi timbul keraguan terhadap pernyataan itu di kalangan ulama sendiri sebab kalau itu taqdir Tuhan,mengapa para khalifah itu melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama?.

                      Dari sini muncullah kaum Qadariyah.Ide-ide Qadariyah,dalam kepercayaannya mengatakan bahwa "manusia mempunyai pilihan" dan bahwa "dari Tuhan akan muncul kebaikan,sedangkan kejahatan timbul dari manusia atau setan".Secara umum kaum Qadariyah percaya bahwa manusia bisa mengadakan pilihan untuk melakukan sesuatu dan atas dasar pilihan itu maka manusia akan mendapatkan pahala atau hukuman sebagai tanggung jawab mereka.Bagi mereka Tuham hanya menentukan hal-hal yang bersifat eksternal seperti kekayaan dan panenan.

                      Kelompok lain yang meneruskan ide-ide Qadariyah adalah Mu'tazilah yang terkenal sebagai kaum rasionalis Islam.Sementara kelompok pertama percaya bahwa Tuhan mengatur dan menentukan baik manusia maupun alam semesta langsung sebagai sebab efisien dan kelompok kedua percaya bahwa Tuhan hanya menentukan peristiwa alam tapi tidak manusia,maka kaum Mu'tazilah (paling tidak salah satu sektenya) percaya bahwa Tuhan mengatur alam semesta melalui "sunnah Allah" yang ditafsirkan sebagai "hukum alam".Menurut mereka,hukum alam sekali diciptakan Tuhan dengan kadar/sifat-sifat tertentu,akan berlaku secara universal dan bahkan pada akhirnya tidak bisa diubah oleh Tuhan dan konsekuensinya membatasi kekuasaan Tuhan itu sendiri.Mereka tidak percaya pada kekuasaan Tuhan yang sewenang-wenang.Mereka yang sering menyebutkan dirinya kaum yang mendukung konsep "keadilan Tuhan dan keesaan-Nya",tidak percaya bahwa Tuhan akan berlaku sewenang-wenang.Misalnya Tuhan tidak mungkin memasukkan orang yang baik ke neraka atau sebaliknya.Tidak mungkin Tuhan berlaku tidak adil dan tidak bisa Dia berbuat yang tidak adil.Bagi mereka Tuhan telah menentukan hukum-hukumnya dan juga hukum alam,dan manusia bisa memilih perbuatannya dan menhindarkan perbuatan dosa.

                      Terhadap kecenderungan ini,muncul sebuah reaksi dari suatu kelompok yang kemudian disebut Asy'ariyah.Pada umumnya mereka percaya bahwa kekuasaan Tuhan adalah mutlak.Tuhan adalah sebab efisien daripada segala peristiwa yang terjadi di dunia.Sesuai dengan semangat itu,mereka menolak keniscayaan hubungan sebab akibat,dan mengatakannya hanya sebagai 'adah (kebiasaan) bukan keniscayaan.Sebab bila hubungan kausalitas itu niscaya,maka kekuasaan Tuhan akan terancam karena bahkan Tuhan tidak akan bisa mengubahnya.Untuk mendukung pendapat ini,salah seorang tokohnya,al-Baqillani dalam kitabnya Al-Tamhid mengemukakan teori yang kemudian terkenal dengan nama "atomisme Asy'ariyah".Teori itu mengatakn bahwa alam semesta terdiri dari "substansi dan aksiden".Dalam hal ini substansi disamakan dengan atom.Aksiden punya kemampuan bertahan hanya satu atau dua saat saja dan agar substansi mempertahankan eksistensinya,maka ia tergantung sama sekali pada diciptakannya secara terus menerus aksiden oleh Tuhan.Tuhan digambarkan oleh mereka "mencipta hal-hal baru setiap saat".Dan karena itu apapun yang akan terjadi di dunia ini sangat tergantung kepada kehendak Allah.

2.Hubungan Do'a dan taqdir
                       Bagi kelompok pertama,dimana Tuhan telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi di dunia ini,kita tidak akan bisa berbuat lain kecuali menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.Kita berbuat sesuatu karena Tuhan memerintahkannnya.Terhadap pernyataan apakah kita perlu bedoa,mereka menjawab "perlu" karena Tuhan telah menyuruh kita untuk berdoa.Sejauh itu mereka tidak menanyakan apakah doanya itu bisa mengubah taqdir Tuhan atau tidak.

                      Bagi kelompok kedua,doa secara teoritis akan menjadi sebuah masalah.Mereka lebih menekankan amal yang dapat manusia pilih dan hasilnya akan menentukan nasib manusia di masa depan.Bagi mereka setiap perbuatan akan menghasilkan akibat-akibat tertentu secara niscaya.Do'a dipandang perlu karena mereka yakin bahwa do'a akan menimbulkan efek tertentu.Namun disini apabila do'a menghasilkan efek tertentu secara niscaya,maka semua doa harus dipandang efektif.Tetapi dalam kenyataanya tidak semua doa efektif dalam arti dikabulkan.Oleh mereka doa tidak dipandang sebagai mengubah hukum alam karena hukum alam tidak bisa diubah.Barangkali doa punya efek yang bersifat subjektif/psikologis ketimbang sebagai sesuatu yang menentukan hasil perbuatan seseorang.

                       Bagi kelompok ketiga,yang percaya pada kekuasaan mutlak Tuhan dan tidak percaya kepada keniscayaan hubungan kausalitas,do'a bisa sangat efektif jika Tuhan berkenan menerimanya.Sebab tidak mustahil untuk Tuhan mengubah "adat" yang berlaku di alam secara tidak niscaya .Dengan menciptakan atom-atom baru menggantikan atom-atom lama,Tuhan seperti dikatakan oleh Al-Ghazali,bisa saja mengubah buku menjadi singa,sekalipun tidak harus berbuat demikian (melainkan menurut kebiasaan saja).Konsekuensi logis dari pendirian ini adalah bahwa mereka tidak mementingkan tindakan sebagai satu-satunya  faktor yang menentukan.Meskipun begitu,dalam kenyataannya mereka mengajukan konsep "kasb" atau usaha-usaha yang perlu manusia lakukan.Ini terjadi karena manusia dipandang tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya setelah itu.Pendirian mereka lebih tepat digambarkan sebagai berikut: Manusia berusaha,tetapi Tuhan yang menentukan.

3.Taqdir dan kebebasan menurut Rumi
                      Pandangan yang dinamis oleh Rumi terletak pada penafsirannya yang progresif terhadap konsep "tawakkal" yang selama ini telah disalahpahami sebagai "penyerahan total".Bagi Rumi,tawakkal bukanlah penerimaan yang pasif tetapi perjuangan aktif dari seseorang dengan menggunakan kekuatan memilih.Hal ini diilustrasikan oleh Rumi dengan sebuah fabel dimana orang-orang yang berpandangan fatalistis diperankan sebagai hewan-hewan biasa sedangkan orang yang mewakili pendapatnya digambarkan sebagai singa.

          Sekelompok hewan berkata kepada seekor singa
          Tidak ada karya yang lebih baik daripada tawakkal kepada Tuhan.Apa yang lebih disukai Tuhan selain pengunduran diri?

           Sering kita lepas dari bahaya hanya untuk jatuh pada bahaya yang lain;lepas dari mulut buaya,masuk ke mulut singa.

          "Ya",kata Singa."Tetapi Tuhan telah memasang tangga di depan kaki kita"

          Kita harus memanjatnya setahap demi setahap sampai atap.

          Menjadi Jabariyah disini hanyalah menggantung harapan palsu.

          Anda punya kaki,mengapa dibiarkan lumpuh.Anda punya tangan,mengapa enggan direntang.

          Sesungguhnya bila sang Tuan memberikan alat pada hambanya,tujuannya menjadi jelas tanpa harus bicara

           Kebebasan memilih adalah upaya untuk bersyukur pada Tuhan atas kebaikannya.

           Sikapmu yang pasrah mencampakkan hadiah kebebasan Tuhan dari tanganmu

           Kepasrahanmu ibarat tidur di tengah jalan:jangan tidur.

           Karena tidur tidak aman kecuali di bawah pohon yang sarat dengan buah.

           Sehingga setiap saat angin menggoyangkan dahan dan rantingnya.

           Pohon itu melimpahkan bekal perjalanan bagi Pencari kebenaran

          Jika kamu ingin bertawakkal kepada Allah,tawakkallah dengan karyamu

          Tanamlah benih dan barulah berserah diri pada Tuhan.


Rumi memnadang pelaksanaan kebebasan memilih sebagai upaya untuk berterima kasih kepada Tuhan atas kebaikan-Nya.Bahkan kebebasan itu di pandang sebagai "amanat" yang Tuhan pikulkan di atas pundak manusia,yang mana manusia terus menerus diuji atau sebagai batu ujian.Seperti tercermin dalam salah satu ayat Al-Qur'an: "Dialah yang menjadikan kematian dan hidup untuk menguji siapa di antara kamu yang paling baik amalnya".

Kesimpulannya kembali lagi pada "Kun fayakun".Tiada yang mustahil bagi Allah jika Dia menghendaki demikian.Manusia hendaklah memohon petunjuk kepada-Nya.

Do not despair of the mercy of Allah (39:53).There's no need to get worried when you can express everything to the one who created you.If you want it make Doa for it,if you dont get it have sabr,and if you get it Thank Allah for it.Allah never says no,is always yes in a good way.Just be sincere in whatever you do.

Sumber : Ringkasan dengan pengubahan seperlunya dari Kartanegara,Mulyadhi.2000.Mozaik Khazanah Islam.Bunga Rampai dari Chicago.Jakarta.Penerbit Paramadina.





Sumber gambar: https://www.instagram.com/p/BcCW0iNjhxd/





                     

Hakikat DOA

Apakah yang dimaksud doa?


  • Doa adalah seruan dari bawah ke atas dan tidak dihadapkan kecuali kepada Dzat yang kekuasaannya melebihi kekuasaan yang berdoa.Tatkala Anda menghadapkan sesuatu dan anda merasa tidak mampu menghadirkannya,maka anda memohon pertolongan kepada yang lebih tinggi di alam ini yang menguasai segala sesuatu,yakni dengan mengatakan "Wahai Tuhanku" yang telah menghadirkan alam ini dan menciptakan semua faktornya.Dia- lah Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang memberikan kepada anda segala sesuatu yang Anda tidak mampu menghadirkannya.

  • Doa merupakan pengakuan manusia tentang kelemahan,tapi ada juga seorang pembesar -- yang bisa mendapatkan apa apa yang diinginkannya dengan menggunakan kekuasaan,kekuatan, atau hartanya -- enggan untuk berdoa mungkin di dalam hatinya ia mengatakan ; mengapa harus berdoa jika mampu mendapatkan untuk dirinya apa yang diinginkannya.Itulah cerminan keangkuhan manusia yang digambarkan dalam Q.S Al-Alaq 6-7:

  • "Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,karena dia melihat dirinya serba cukup"

  • Doa adalah intinya ibadah,karena dengan berdoa berarti telah menghadapkan segala urusan kepada Allah dan merupakan pernyataan kelemahan manusia dihadapan kekuasaan Allah Ta'ala.Setiap orang ketika datang kepadanya masa sulit maka ia tidak akan berdoa (menyeru) kecuali kepada Tuhan yang tidak ada Tuhan selain Allah SWT.Sebab manusia dalam kondisi sulit berdasarkan fitrah kemanusiaanya pastilah akan berusaha meminta pertolongan atas masalah yang berada di luar kendali dirinya dan sesamanya manusia lain.Hanya Allah lah yang Maha Agung dengan seizin-Nya memberi kemampuan kepada kita untuk dapat berpikir dan bertindak.

  • "Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadan berbaring,duduk atau berdiri,tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya,dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya." (QS.Yunus: 12)

  • Allah SWT telah menjadikan doa berada diantara Dia dan hambanya tanpa perantaraan lainnya,maka doa dari seseorang langsung kepada Allah.Mari kita perhatikan lebih jauh tatkala kita membaca Al-Qur'an yang menceritakan orang-orang mukmin atau lainnya yang bertanya kepada Rasulullah Saw.tentang segala sesuatu,sebagai jawaban tersebut selalu didahului dengan kata "Qul" (Katakanlah),
  • Seperti yang difirmankan Allah tentang bulan sabit :

  • "Mereka berkata kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit katakanlah : Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi (pelaksanaan ibadah) haji." 
  •                                                                      (QS.Al-Baqarah:189)


  • Hal ini dimaksudkan Allah agar manusia mengetahui bahwa jawaban Nabi Muhammad Saw.terhadap pertanyaan tersebut adalah berasal dari wahyu Allah yang diwahyukan kepadanya.Jawaban yang tidak didahului dengan kata "katakanlah" yaitu dalam Surah Al-Baqarah : 186

  • "Dan apabila hamba-hambaku bertanya tentang Aku,maka (jawablah),bahwasanya Aku adalah dekat.Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku."

  • Dalam ayat ini Allah tidak mengatakan : Qul inni qaribun (Katakanlah;bahwa Aku adalah dekat),hal ini berarti bahwa jawaban adalah langsung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya (tidak lewat Rasul-Nya Saw.)Dengan begitu agar manusia mengetahui bahwa doa merupakan penghubung yang langsung antara Allah dengan hamba-hamba-Nya.

  • Kendati demikian harus dipahami bahwa persepsi dari doa itu bukanlah untuk selalu dikabulkan,tetapi lebih dari itu doa menghapus perasaan mampu dan bangga pada jiwa kita.Setelah kita terlepas dari pengaruh angkuh,sombong dan bangga dengan diri sendiri berarti disitu terletak agungnya ketaatan.Yakni tetap merasa rendah dan lemah walaupun memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengusahakan apa yang diinginkan.Tetap mengingat dan menyebut Yang Maha Kuasa,yang hanya di tangan-Nya lah bergantung segala urusan.

  • Jika kita asumsikan tentang doa adalah terkabulnya segala yang diminta sehingga kita dapat menerima apa saja yang kita anggap baik di dunia,maka itu berarti bahwa kita seakan-akan tidak ingat bahwasanya Allah telah memberikan semua kebaikan sebelum kita ada.Allah telah menyiapkan semua ciptaan ini bagi kita sebelum kita dilahirkan ke dunia sejak di dalam kandungan orang tua

  • Tidak diijabahkannya (dikabulkannya) doa bukan berarti Allah tidak ridha kepada kita,sebab boleh jadi dengan tidak dikabulkannya doa ada kebaikan.Sesungguhnya Allah telah menciptakan banyak hikmah dalam gejolak kejiwaan yang dilontarkan dengan doa,maka terkadang manusia mendoakan kebaikan bagi dirinya dan bagi orang yang dicintainya/disukainya,dan dalam keadaan tertekan jiwanya juga melontarkannya dengan doa,seperti seorang ibu atau ayah (karena kekesalannya) mendoakan tidak baik atas anak-anaknya.Seandainya Allah selalu mengabulkan doa setiap orang yang berdoa kepada-Nya,maka apa yang akan terjadi?

  •  QS.Yunus :11

  • "Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan,pastilah diakhiri umur mereka."

  • Allah tidak akan mengabulkan doa yang jahat yang dimohonkan dalam keadaan kesal yang terlahir dari gejolak jiwanya,yang mana sebenarnya jika sadar ia akan membenci dikabulkannya doa itu.Jadi,rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah dengan menyesuaikan kondisi mereka,mempertimbangkan ketertekanan jiwa mereka dan keterbatasan ilmu mereka tentang kebaikan dan keburukan.Karena itu Allah SWT.tidak mengabulkan doa kecuali yang benar-benar baik bagi yang memohonnya.

  • Firman Allah SWT dalam Al-Qur'anul Karim
  • "Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan"
  •                                                                  (Qs.Al-Insyirah:6)

  • Allah tidak mengatakan
  • "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"

  • Mengapa?Agar kita mengerti bahwa jika kita ditimpa kesulitan dan tekanan maka sesungguhnya Allah menyertakan kemudahan bersama kesulitan tersebut,bergantung kepada doa dan kesungguhan kita memohon petunjuk atas penyelesaiannya.

  • Jika kita melaksanakan shalat mohon kepada Allah agar menerima shalat kita.Jika kita keluar mencari rezeki mohon kepada Allah agar menerima usaha yang kita lakukan.Jika kita menentukan suatu keutusan dengan haq,maka kita memohon kepada Allah agar keputusan itu mendapatkan keridhoan-Nya.Jika kita makan dan minum,kita bersyukur kepada Allah agar Allah menerima syukur kita.Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui apa-apa yang kita lakukan,apa yang kita ucapkan dan apa yang kita pikirkan.Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang sudah terjadi,sedang terjadi dan yang akan terjadi.Pengetahuan-Nya meliputi segalanya.Yang dikehendaki Allah dari doa manusia adalah untuk menghilangkan kesombongan dalam jiwa manusia dan agar manusia merasa bahwa dia tidak memiliki apapun dalam ciptaan ini,hanya Allah-lah yang mampu berbuat dalam segala sesuatu.


  • "Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (Q.S.Al-Mu'min:60)



  • Sumber : Mutawalli,Sya'rawi.1994.Ad-Du'a al Mustajab (Doa yang dikabulkan).Diterjemahkan oleh : Amir Hamzah Fachruddin.Jakarta:Pustaka Al-Kautsar
  •  

Persoalan Hijab

Saat ini yang dimaksud dengan hijab adalah pakaian penutup muslim yang taat beragama,yaitu dengan menutup seluruh tubuhnya selain wajah dan dua telapak tangan,dan terkadang lebih spesifik lagi yaitu menutup kepala dan rambut.

Bagi kalangan modernis,bentuk busaba seperti ini sudah tidak cocok lagi untuk zaman modern.Demi meningkatkan martabat perempuan dan pembebasannya,maka perempuan harus berperan dalam segala bidang kehidupan umum dari sekolah,perguruan tinggi,pabrik,administrasi,bisnis dan perdagangan.Mereka menganggap bahwa hijab membelenggu perempuan dan merintangi kemaslahatannya.

Apakah hijab sendiri jauh dari kemaslahatan?

Jika kita telusuri wacana modernitas yang sangat membingungkan dan menakjubkan,maka kita tidak temukan adanya kemaslahatan hakiki dalam melepaskan hijab atau membiarkannya.Saya kira realitas kekinian di seluruh dunia,di dunia Islam dan d dunia Barat,menolak apa yang dipropagandakan tentang sisi negatif hijab.Tidak ada korelasi sama sekali antara hijab dengan kebodohan,keterbelakangan,dan kemunduran,bahkan pada batas tertentu menjadi simbol kebebasan dan komitmen pada hak-hak dan kewajiban,serta menjadi simbol kesetiaan dan keseriusan dalam perjuangan.Simbol ini pada masa lalu bukan sekedar sesuatu yang biasa saja namun telah diakui dan menjadi kebanggan bersama.

Saat ini kita temukan berbagai macam model hijab dan diterima dalam berbagai aktivitas keilmuan dan kerja berteknologi modern.Hijab muncul dimana-mana,kecuali di tempat-tempat yang dilarang ata yang tidak sesuai dengan kehormatan dan etika (akhlaq).Ini berarti bertolak belakang dengan pandangan bahwa hijab pada perempuan menjadikannya terbelakang,mundur,dan mempersempitngerak dan kepentingannya.

Sedangkan dari sisi lain,hijab muncul membawa nilai dan manfaat yang lebih besar dari sebelumnya pada saat sekarang ini.Saat ini kaum perempuan terombang-ambing oleh arus globalisasi yang merendahkan derajat perempuan  dengan eksploitasi tubuh secara luar biasa yang dipertontonkan di setiap tempat.Perempuan-dalam lingkup yang luas-secara sadar atau tidak sadar dan sengaja atau tidak disengaja,telah terjerumus dalam trend pesona tubuh dan mode,atau menurut bahasa Al-Qur'an sebagai fitnah al-tabarruj (godaan berhias).Segala bentuk perhiasan dan busana--diketahui atau tidak diketahui-- dipergakan untuk dipamerkan untuk memamerkan perhiasan dan tubuh perempuan.Kebanyakan dari mereka--setiap kali keluar rumah-- berlomba mempercantik diri dan memamerkannya di jalanan,kantor,pantai,sekolah,universitas,pertemuan,pesta dan lain sebagainya.

Begitu perempuan masuk dalam perangkap abadi yang merendahkan nilai dan martabatnya,maka semakin berkurang aktivitas produktifnya,karena sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bersolek mempercantik diri dan mengurusi mode pakaiannya.

Pada hakikatnya yang mengekang kebebasan perempuan,studi,dan pekerjaannya bukanlah hijab,akan tetapi gaya hidup glamor untuk berhias,bersolek,dan sikap pamer.Ini semua tidak membutuhkan pembuktian yang mutawatir,pengakuan,atau kesaksian khusus,akan tetapi telah menjadi fenomena real yang dapat disaksikan oleh siapapun yang mengakui atau menolaknya.

Kenyataan buruk seperti ini telah menjerumuskan perempuan dalam kehinaan dari penghormatan menuju eksploitasi tubuh.Disinilah peran busana muslimah yang menjaga perempuan dari jurang kehancuran,melindunginya dari fitnah akibat pesona tubuh,pakaian,perhiasan,dan keharuman parfumnya dalam pergaulan dan interaksi sosialnya.

Sesungguhnya pakaian yang terhormat,tertutup,longgar,dan sederhana sangat dibutuhkan untuk menghentikan eksploitasi tubuh perempuan,dan menjadi sarana untuk mengangkat kembali martabat dan kehormatan perempuan,maka inilah kemaslahatan hakiki.

Sumber: Ahmad al-Raysuni dan Muhammad Jamal Barut.2002.Ijtihad : Antara Teks,Realitas dan Kemaslahatan Sosial.Diterjemahkan oleh : Ibnu Rusyd dan Hayyin Muhadzar.Jakarta: Penerbit Erlangga

Bersambung

Terkadang apa yang kita impikan tidak bisa memberi pelukan,padanya.
Kita pun terus bermimpi meski kita tahu,daun akan disapu ke tepi,akan merasa sepi,pada akhirnya.

Disanalah kita tersenyum
Menertawakan impian yang berupa kuntum
Dan masih belum mekar,menunggu dan bersabar
Tapi teman-teman,kalian ikut tersenyum
Menertawakan seseorang melamun,aku.

             Terkadang,itulah yang kita impikan,kita nantikan
Ketika harum dari bunga yang belum mekar
Kembalikan harapan kian bertebar