Hakikat DOA
Diposting oleh
Admin
| Sabtu, 28 Oktober 2017 at 10/28/2017 10:56:00 PM
0
komentar
Apakah yang dimaksud doa?
- Doa adalah seruan dari bawah ke atas dan tidak dihadapkan kecuali kepada Dzat yang kekuasaannya melebihi kekuasaan yang berdoa.Tatkala Anda menghadapkan sesuatu dan anda merasa tidak mampu menghadirkannya,maka anda memohon pertolongan kepada yang lebih tinggi di alam ini yang menguasai segala sesuatu,yakni dengan mengatakan "Wahai Tuhanku" yang telah menghadirkan alam ini dan menciptakan semua faktornya.Dia- lah Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang memberikan kepada anda segala sesuatu yang Anda tidak mampu menghadirkannya.
- Doa merupakan pengakuan manusia tentang kelemahan,tapi ada juga seorang pembesar -- yang bisa mendapatkan apa apa yang diinginkannya dengan menggunakan kekuasaan,kekuatan, atau hartanya -- enggan untuk berdoa mungkin di dalam hatinya ia mengatakan ; mengapa harus berdoa jika mampu mendapatkan untuk dirinya apa yang diinginkannya.Itulah cerminan keangkuhan manusia yang digambarkan dalam Q.S Al-Alaq 6-7:
- "Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,karena dia melihat dirinya serba cukup"
- Doa adalah intinya ibadah,karena dengan berdoa berarti telah menghadapkan segala urusan kepada Allah dan merupakan pernyataan kelemahan manusia dihadapan kekuasaan Allah Ta'ala.Setiap orang ketika datang kepadanya masa sulit maka ia tidak akan berdoa (menyeru) kecuali kepada Tuhan yang tidak ada Tuhan selain Allah SWT.Sebab manusia dalam kondisi sulit berdasarkan fitrah kemanusiaanya pastilah akan berusaha meminta pertolongan atas masalah yang berada di luar kendali dirinya dan sesamanya manusia lain.Hanya Allah lah yang Maha Agung dengan seizin-Nya memberi kemampuan kepada kita untuk dapat berpikir dan bertindak.
- "Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadan berbaring,duduk atau berdiri,tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya,dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya." (QS.Yunus: 12)
- Allah SWT telah menjadikan doa berada diantara Dia dan hambanya tanpa perantaraan lainnya,maka doa dari seseorang langsung kepada Allah.Mari kita perhatikan lebih jauh tatkala kita membaca Al-Qur'an yang menceritakan orang-orang mukmin atau lainnya yang bertanya kepada Rasulullah Saw.tentang segala sesuatu,sebagai jawaban tersebut selalu didahului dengan kata "Qul" (Katakanlah),
- Seperti yang difirmankan Allah tentang bulan sabit :
- "Mereka berkata kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit katakanlah : Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi (pelaksanaan ibadah) haji."
- (QS.Al-Baqarah:189)
- Hal ini dimaksudkan Allah agar manusia mengetahui bahwa jawaban Nabi Muhammad Saw.terhadap pertanyaan tersebut adalah berasal dari wahyu Allah yang diwahyukan kepadanya.Jawaban yang tidak didahului dengan kata "katakanlah" yaitu dalam Surah Al-Baqarah : 186
- "Dan apabila hamba-hambaku bertanya tentang Aku,maka (jawablah),bahwasanya Aku adalah dekat.Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku."
- Dalam ayat ini Allah tidak mengatakan : Qul inni qaribun (Katakanlah;bahwa Aku adalah dekat),hal ini berarti bahwa jawaban adalah langsung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya (tidak lewat Rasul-Nya Saw.)Dengan begitu agar manusia mengetahui bahwa doa merupakan penghubung yang langsung antara Allah dengan hamba-hamba-Nya.
- Kendati demikian harus dipahami bahwa persepsi dari doa itu bukanlah untuk selalu dikabulkan,tetapi lebih dari itu doa menghapus perasaan mampu dan bangga pada jiwa kita.Setelah kita terlepas dari pengaruh angkuh,sombong dan bangga dengan diri sendiri berarti disitu terletak agungnya ketaatan.Yakni tetap merasa rendah dan lemah walaupun memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengusahakan apa yang diinginkan.Tetap mengingat dan menyebut Yang Maha Kuasa,yang hanya di tangan-Nya lah bergantung segala urusan.
- Jika kita asumsikan tentang doa adalah terkabulnya segala yang diminta sehingga kita dapat menerima apa saja yang kita anggap baik di dunia,maka itu berarti bahwa kita seakan-akan tidak ingat bahwasanya Allah telah memberikan semua kebaikan sebelum kita ada.Allah telah menyiapkan semua ciptaan ini bagi kita sebelum kita dilahirkan ke dunia sejak di dalam kandungan orang tua
- Tidak diijabahkannya (dikabulkannya) doa bukan berarti Allah tidak ridha kepada kita,sebab boleh jadi dengan tidak dikabulkannya doa ada kebaikan.Sesungguhnya Allah telah menciptakan banyak hikmah dalam gejolak kejiwaan yang dilontarkan dengan doa,maka terkadang manusia mendoakan kebaikan bagi dirinya dan bagi orang yang dicintainya/disukainya,dan dalam keadaan tertekan jiwanya juga melontarkannya dengan doa,seperti seorang ibu atau ayah (karena kekesalannya) mendoakan tidak baik atas anak-anaknya.Seandainya Allah selalu mengabulkan doa setiap orang yang berdoa kepada-Nya,maka apa yang akan terjadi?
- QS.Yunus :11
- "Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan,pastilah diakhiri umur mereka."
- Allah tidak akan mengabulkan doa yang jahat yang dimohonkan dalam keadaan kesal yang terlahir dari gejolak jiwanya,yang mana sebenarnya jika sadar ia akan membenci dikabulkannya doa itu.Jadi,rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah dengan menyesuaikan kondisi mereka,mempertimbangkan ketertekanan jiwa mereka dan keterbatasan ilmu mereka tentang kebaikan dan keburukan.Karena itu Allah SWT.tidak mengabulkan doa kecuali yang benar-benar baik bagi yang memohonnya.
- Firman Allah SWT dalam Al-Qur'anul Karim
- "Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan"
- (Qs.Al-Insyirah:6)
- Allah tidak mengatakan
- "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"
- Mengapa?Agar kita mengerti bahwa jika kita ditimpa kesulitan dan tekanan maka sesungguhnya Allah menyertakan kemudahan bersama kesulitan tersebut,bergantung kepada doa dan kesungguhan kita memohon petunjuk atas penyelesaiannya.
- Jika kita melaksanakan shalat mohon kepada Allah agar menerima shalat kita.Jika kita keluar mencari rezeki mohon kepada Allah agar menerima usaha yang kita lakukan.Jika kita menentukan suatu keutusan dengan haq,maka kita memohon kepada Allah agar keputusan itu mendapatkan keridhoan-Nya.Jika kita makan dan minum,kita bersyukur kepada Allah agar Allah menerima syukur kita.Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui apa-apa yang kita lakukan,apa yang kita ucapkan dan apa yang kita pikirkan.Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang sudah terjadi,sedang terjadi dan yang akan terjadi.Pengetahuan-Nya meliputi segalanya.Yang dikehendaki Allah dari doa manusia adalah untuk menghilangkan kesombongan dalam jiwa manusia dan agar manusia merasa bahwa dia tidak memiliki apapun dalam ciptaan ini,hanya Allah-lah yang mampu berbuat dalam segala sesuatu.
- "Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (Q.S.Al-Mu'min:60)
- Sumber : Mutawalli,Sya'rawi.1994.Ad-Du'a al Mustajab (Doa yang dikabulkan).Diterjemahkan oleh : Amir Hamzah Fachruddin.Jakarta:Pustaka Al-Kautsar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)